Tak Tinggal Diam Melihat Jalan Rusak, Warga Desa Gunung Maddah Sampang Bergerak Bersama dengan Dana Swadaya
Tak Tinggal Diam Melihat Jalan Rusak, Warga Desa Gunung Maddah Sampang Bergerak Bersama dengan Dana Swadaya
SAMPANG_OKEFIT.ID – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan warga Kampung Betoh, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bahu-membahu memperbaiki jalan yang rusak menggunakan dana swadaya, demi kenyamanan dan keselamatan bersama, Rabu (14/10/2026).
Perbaikan jalan tersebut dilakukan karena kondisi permukaan jalan berlubang dan dipenuhi kerikil bekas aspal yang mengelupas. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan sehingga warga berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri.
Tanpa menunggu kepedulian tumbuh dari orang lain, masyarakat memilih bergerak bersama. Mereka bergotong royong mengumpulkan dana secara sukarela agar jalan di lingkungan mereka bisa kembali lebih layak dilalui.
Semangat kebersamaan terlihat dari banyaknya warga yang ikut menyumbangkan dana sesuai kemampuan masing-masing. Bagi mereka, kontribusi sekecil apa pun memiliki arti besar ketika dilakukan bersama demi kepentingan seluruh masyarakat.
Sebelum pekerjaan dimulai, warga terlebih dahulu menggelar musyawarah untuk menyatukan pendapat dan mengatur pelaksanaan perbaikan. Musyawarah tersebut dipimpin oleh Rohman bersama Haris dan Muniri sebagai bagian dari upaya membangun kekompakan dan tanggung jawab bersama.
Ketua Rohman mengatakan, antusiasme warga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, kebersamaan dan kemauan saling membantu membuat pekerjaan yang membutuhkan biaya dan tenaga itu dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, semua warga kompak dan antusias. Mereka saling membantu, baik melalui sumbangan maupun tenaga. Kami bersyukur karena kepedulian masyarakat begitu besar untuk memperbaiki jalan ini,” ujar Rohman (13/10).
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pekerjaan rabat jalan tersebut mampu mencapai sekitar 200 meter dalam satu malam. Capaian itu menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat ketika masyarakat memiliki tujuan yang sama.
Bagi warga Kampung Betoh, perbaikan jalan ini bukan sekadar membenahi permukaan yang rusak. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cerminan kepedulian sosial, persatuan, dan kesadaran bahwa fasilitas lingkungan merupakan tanggung jawab bersama untuk dijaga dan diperbaiki.
Aksi swadaya warga Gunung Maddah patut menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian masyarakat sendiri. Namun, semangat tersebut juga diharapkan mendapat perhatian pemerintah desa dan instansi terkait agar kondisi infrastruktur jalan dapat terus ditingkatkan melalui dukungan dan penanganan yang berkelanjutan. (Fit)

