Categorised Posts

24 Tahun Melawan Stroke Tanpa Bantuan, Kepedulian IWO Pamekasan Hadir Mengetuk Harapan

24 Tahun Melawan Stroke Tanpa Bantuan, Kepedulian IWO Pamekasan Hadir Mengetuk Harapan

PAMEKASAN_OKEFIT.ID – Di sudut Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Wedi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pamekasan, tersimpan kisah perjuangan yang menyentuh hati. Selama 24 tahun terakhir, Sudarsono harus menjalani hidup dengan kondisi stroke yang membatasi aktivitasnya. Di tengah perjuangan panjang tersebut, keluarga ini mengaku belum pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah, meski kondisi ekonomi mereka jauh dari kata berkecukupan.


Kehidupan sehari-hari Sudarsono dan sang istri, Teti, berjalan dalam keterbatasan. Mereka hanya berdua menempati sebuah unit rusun sederhana dengan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan. Biaya sewa hunian, tagihan listrik, hingga kebutuhan air bersih menjadi beban yang terus menghantui di tengah ketiadaan penghasilan tetap.


Di tengah situasi itulah secercah kepedulian datang menghampiri. Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah Pamekasan bersama sejumlah alumni SMPN 5 Pamekasan menyambangi kediaman Sudarsono pada Kamis (20/8/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan sosial, melainkan wujud nyata solidaritas terhadap sesama yang sedang berjuang menghadapi ujian kehidupan.


Rombongan yang dipimpin Ketua IWO Pamekasan, Dyah Heny Andrianty, didampingi Divisi Kesejahteraan Sosial (Kesra) Fidia, membawa bantuan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Namun lebih dari itu, mereka juga membawa pesan bahwa masih ada banyak hati yang peduli terhadap nasib masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.


Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Ibu Teti tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan yang diberikan. Baginya, perhatian yang datang dari para wartawan dan relawan memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding nilai materi yang diterima.


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta bantuan dari Ibu Heny dan teman-teman IWO. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi semuanya," ungkap Teti dengan mata berkaca-kaca.


Menurut pengakuannya, sejak sang suami terserang stroke pada tahun 2002, kehidupan keluarga mereka berubah drastis. Berbagai kebutuhan harus dipenuhi dengan kemampuan yang terbatas. Bahkan hingga kini mereka masih berjuang membayar biaya sewa rusun sebesar Rp148 ribu, listrik sekitar Rp300 ribu, dan air Rp35 ribu setiap bulan.


Kondisi tersebut semakin berat karena selama bertahun-tahun mereka merasa belum pernah tersentuh program bantuan yang seharusnya dapat membantu meringankan beban hidup keluarga kurang mampu. Meski demikian, pasangan ini tetap berusaha bertahan dengan penuh kesabaran dan harapan.


Ketua IWO Pamekasan, Dyah Heny Andrianty, mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, profesi wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan perhatian.


"Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu menjadi besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi Pak Sudarsono serta keluarganya," ujarnya.


Aksi kemanusiaan yang dilakukan IWO Pamekasan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan sosial, nilai gotong royong dan kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Sebab terkadang, yang paling dibutuhkan oleh mereka yang sedang berjuang bukan hanya bantuan materi, melainkan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kerasnya kehidupan. (Red) 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Read Documentation